Loading...

Pengabdian kepada Masyarakat: Pemberdayaan Melalui Pembuatan Teh Daun Kelor dan Sosialisasi Sertifikasi Halal pada KWT Wironanggan

Diterbitkan pada
1 Oktober 2024 20:11 WIB

Baca

 

Sidoarjo, Oktober 2024 – Upaya peningkatan kapasitas masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Kelompok Wanita Tani (KWT) Wironanggan, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengangkat dua fokus utama, yaitu pelatihan pembuatan teh daun kelor dan sosialisasi sertifikasi produk halal.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha pangan, agar mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar.


Pelatihan Teh Daun Kelor: Dari Potensi hingga Produksi

Sesi pertama diisi oleh Angga Dwi Prasetyo yang membawakan pelatihan pembuatan teh daun kelor. Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan pada potensi daun kelor sebagai superfood yang kaya nutrisi, antioksidan, serta memiliki manfaat kesehatan yang luas.

Selain itu, kelor juga dinilai memiliki peluang besar sebagai produk diversifikasi pangan lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung praktik, mulai dari:

  • Pemetikan dan sortasi daun
  • Proses pencucian
  • Teknik pengeringan (oven, dehidrator, hingga sinar matahari)
  • Formulasi produk
  • Pengemasan sederhana skala UMKM

Pendekatan ini membuat peserta lebih mudah menerapkan ilmu yang didapat, baik untuk konsumsi pribadi maupun pengembangan usaha rumahan.


Edukasi Sertifikasi Halal untuk Produk UMKM

Pada sesi kedua, Moh. Taufik menyampaikan materi tentang pentingnya sertifikasi halal bagi produk pangan.

Ia menjelaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek syariat, tetapi juga menjadi nilai tambah yang signifikan dalam meningkatkan kepercayaan konsumen.

Materi yang disampaikan meliputi:

  • Identifikasi titik kritis kehalalan bahan dan proses
  • Pengelolaan fasilitas produksi yang sesuai standar
  • Prosedur pengemasan dan pelabelan
  • Mekanisme pengajuan sertifikasi halal

Peserta juga diperkenalkan pada sistem self-declare halal melalui platform SIHALAL, yang kini semakin memudahkan pelaku UMKM dalam mengurus sertifikasi.


Antusiasme Tinggi dan Dampak Nyata bagi Pelaku Usaha

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta, yang sebagian besar telah memiliki usaha berbasis pangan skala rumahan. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan strategis untuk mengembangkan produk yang lebih sehat, aman, dan sesuai regulasi.


Dukungan Alat Produksi untuk Keberlanjutan

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, tim pengabdian masyarakat memberikan bantuan alat produksi berupa:

  • Grinder
  • Sealer
  • Dehidrator

Bantuan ini diharapkan dapat menunjang proses produksi dan mendorong keberlanjutan usaha di KWT Wironanggan.

Kegiatan ditutup dengan pengisian angket kepuasan peserta. Hasilnya menunjukkan respon yang sangat positif, sekaligus harapan agar program serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.