Pada bulan Oktober 2024, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertempat di Kelompok Wanita Tani (KWT) Wironanggan, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengusung dua tema utama, yaitu pelatihan pembuatan teh daun kelor dan sosialisasi sertifikasi produk halal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong peningkatan kapasitas dan nilai tambah ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha tani dan olahan pangan lokal.
Sesi pertama kegiatan diawali dengan pelatihan pembuatan teh daun kelor yang dipandu oleh narasumber Angga Dwi Prasetyo, M.Biotech. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada potensi daun kelor sebagai superfood yang kaya akan nutrisi, antioksidan, serta manfaat kesehatan lainnya. Kelor juga dinilai memiliki peluang besar sebagai produk diversifikasi pangan lokal yang dapat memberikan nilai ekonomi tambahan bagi petani.

Peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai proses produksi teh daun kelor, mulai dari tahap pemetikan daun, pencucian, proses pengeringan dengan berbagai metode (oven, dehidrator, sinar matahari), hingga tahap formulasi campuran dan pengemasan produk. Dalam sesi praktikum, peserta aktif mencoba teknik-teknik pengolahan yang mudah diterapkan di rumah atau skala UMKM.
Sesi kedua diisi dengan materi “Sertifikasi Produk Halal” oleh narasumber Moh. Taufik, M.Si. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya jaminan kehalalan produk, terutama bagi pelaku usaha olahan makanan dan minuman. Dengan adanya sertifikasi halal, produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi syariat Islam tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.
Dalam paparannya, Moh. Taufik menjelaskan proses sertifikasi halal, mulai dari identifikasi titik kritis bahan dan alat produksi, pentingnya pemisahan fasilitas, hingga prosedur pengemasan dan pelabelan yang sesuai dengan ketentuan. Peserta juga diperkenalkan dengan skema self-declare halal yang kini lebih mudah diakses oleh UMKM melalui platform SIHALAL.

Antusiasme peserta sangat tinggi, mengingat sebagian besar telah memiliki usaha rumahan berbasis pangan. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga wawasan strategis untuk mengembangkan produk yang sehat, berkualitas, dan sesuai regulasi.
Kegiatan ditutup dengan pemberian alat produksi berupa grinder, sealer, dan dehidrator kepada KWT Wironanggan sebagai bentuk dukungan lanjutan dari tim pengabdian masyarakat. Selain itu, peserta juga mengisi angket kepuasan sebagai evaluasi kegiatan, yang menunjukkan respon positif dan harapan besar akan keberlanjutan pelatihan sejenis di masa mendatang.
Business Education Event : Cetak Generasi Wirausaha Muda yang Tangguh
7 bulan yang lalu - Umum