Loading...

Dosen Teknologi Pangan UIN Raden Mas Said Surakarta Latih Ibu PKK dan Karang Taruna Desa Kebon Membuat Mocaf

Diterbitkan pada
21 Juli 2026 09:00 WIB

Baca

Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Raden Mas Said Surakarta, kembali mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kebon. Salah satu dosen dari Program Studi Teknologi Pangan, Wulan Suci Wahyuningtyas, S.T.P., M.Sc., turun langsung memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Modified Cassava Flour (Mocaf) kepada ibu-ibu PKK RW 1, perangkat desa, serta Karang Taruna setempat. Kegiatan yang bertajuk "Kenali Mocaf, Kreasikan Manfaat" ini berlangsung pada Selasa (21/07/2026) di Bangsal Ki Ageng Menanglase, Dukuh Konang, Desa Kebon.

Kehadiran dosen Teknologi Pangan dalam kegiatan ini menjadi jembatan transfer ilmu antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dalam pemaparannya, Wulan Suci Wahyuningtyas menyampaikan materi secara sistematis mulai dari pengertian Mocaf sebagai tepung singkong hasil fermentasi menggunakan mikroorganisme, perbedaannya dengan tepung terigu, tapioka, maupun gaplek, hingga keunggulan fungsional dan gizi yang dimilikinya.

"Sebagai dosen di bidang teknologi pangan, saya melihat singkong memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui proses fermentasi yang tepat, mocaf mampu menghasilkan tepung dengan karakteristik yang lebih baik, cocok untuk berbagai olahan, sekaligus mendukung kemandirian pangan berbasis lokal," jelas Wulan di hadapan peserta yang tampak antusias menyimak.

Setelah sesi penyampaian materi, dosen tersebut bersama mahasiswa KKN Kelompok 057 melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi langsung proses pembuatan mocaf. Mereka memperagakan tahapan mulai dari fermentasi singkong, pencucian, pengeringan, hingga penggilingan menjadi tepung siap pakai. Selain itu, tim juga memperkenalkan inovasi produk olahan bernama "Mocana" (Bolu Pisang berbahan dasar mocaf) sebagai contoh aplikasi nyata yang dapat langsung dipraktikkan oleh masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada demonstrasi, tetapi juga membuka ruang diskusi yang interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik produksi yang higienis, cara penyimpanan tepung agar tahan lama, hingga peluang pemasaran produk olahan berbasis mocaf. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pengolahan pangan berbasis sains.

Kehadiran dosen pembimbing lapangan, Sadewa Aziz Diamonda, STP., M.Sc., turut mendampingi jalannya kegiatan dan memastikan sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat berjalan dengan baik. Kerja sama antara Prodi Teknologi Pangan, mahasiswa KKN, dan Pemerintah Desa Kebon ini diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha berbasis komoditas lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Melalui sosialisasi ini, Prodi Teknologi Pangan UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Dosen dan mahasiswa bersinergi menghadirkan solusi pangan yang inovatif, sejalan dengan semangat "Mocaf: Produk Lokal, Kualitas Global."